Senin, 22 September 2008

IMAN TAUHID

Ketika seseorang mau mati untuk Agamanya
sebenarnya dia telah menjadikan Agamanya sebagai berhala dan menduakan Allah.
Allah SWT berkehendak
semua umat-Nya selalu berpikir, mengucapkan kata-kata, dan melakukan tindakan hanya tertuju untuk Allah SWT saja semata-mata

Minggu, 21 September 2008

THOMAS AQUINO YUSPRABU ISWIDIHADI, S.Kom.

Thomas Aquino Yusprabu Iswidihadi, Sarjana Komputer, lahir pada Hari Minggu Wage, Tanggal 27 Agustus 1978, sebagai putera ketiga dari Bapak Gratius Josef Iskarjanto Reksosumarto dan Ibu Julia Hiasinta Widajati Ningsih Iskarjanto. Thomas Aquino Yusprabu Iswidihadi dipanggil menghadap Allah di sorga pada Hari Sabtu Wage, Tanggal 14 Oktober 2006.
Ino, begitu panggilan manisnya, menghabiskan masa belajarnya di TK Bhayangkari Madiun, SDK Santo Yosef Ngawi, SDK Santo Yusup Madiun, SMPK Santo Yusup Madiun, Seminari Menengah Santo Vincentius a Paulo Garum Blitar, Seminari Tinggi Santo Vincentius a Paulo Malang, Sekolah Tonggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang, dan meraih Sarjana Komputer di Sekolah Tinggi Informatika Pembangunan Surabaya Cabang Malang.
Pada tahun 1996, diketahui, setelah mengalami sakit yang sangat hebat, dioperasi dan dirawat di RKZ Surabaya, bahwa Ino sejak kecil mengalami kelainan letak pembuluh arteri, yang apabila Ino bekerja keras, berpikir keras, lelah, pembuluh-pembuluh tersebut akan mengembang dan bersinggungan, yang mengakibatkan sakit yang sangat hebat, dan apabila berkelanjutan tidak ada yang menolong dapat mengakibatkan kematian.
Sejak tahun 1996 itu, yaitu ketika Ino baru berusia 18 tahun, Allah SWT hanya memberikan waktu hidup untuk Ino sepuluh tahun saja, karena pada hari Sabtu Wage, tanggal 14 Oktober 2006, Thomas Aquino Yusprabu Iswidihadi, S.Kom dipanggil menghadap Allah SWT di Sorga.
Di dalam waktu hanya sepuluh tahun itu ternyata Ino dapat mengembangkan dirinya dengan bantuan Rahmat, Berkat Pertolongan, dan Penyelenggaraan Illahi dari Allah SWT. Ino tidak merasa putus asa. Ino tidak kehilangan semangat hidup. Ino tidak down. Ino tidak depressi. Ino tidak stress. Semuanya, semuanya, semuanya melulu berkat Perlindungan, Pertolongan, Terang, Bimbingan, serta Penyelenggaraan Illahi dari Allah SWT. Sungguh Allah SWT adalah Allah yang Mahaagung, Mahapenuhkasihsayang, Mahakuasa, Mahasempurna, dan Maha-Maha yang tidak terungkapkan dengan kata-kata manusia yang sangat serba amat sederhana dan terbatas ini.
Penyelenggaraan Illahi memberikan pelindung dan pendamping yang penuh kasih sayang yang memberikan semua kebutuhan Ino. Di Seminari Menengah Santo Vincentius a Paulo Garum Blitar ada Suster Theresita P.K., ada Dodiek temannya sekelas, ada Piping kakaknya, ada Om Pancratius Iskartono. Di Seminari Tinggi Santo Vincentius a Paulo Malang ada seluruh komunitas Conggregatio Missionis. Di SD Katolik Santa Maria III Malang ada Suster Antonia Kepala Sekolahnya, ada Wahyu koleganya, beserta seluruh komunitas koleganya. Ada Christina Tri Kurniasari isterinya yang sangat setia mendampinginya di dalam segala suka dan duka. Ada Atanasius Khrisna Kurniawidi, yang lahir Kamis Pahing 31 Maret 2005 di Malang, putra Ino dengan Sari, yang telah memberikan kepenuhan kesempurnaan hidup Ino dan kebahagiaan hidup Ino. Ini semua adalah Penyelenggaraan Illahi Allah SWT.

Sabtu, 20 September 2008

IBU YANG BERIMAN

Semenjak Tahun 1986 Ibu Julia Hiasinta Widajati Ningsih dibimbing dan diberi kekuatan Allah untuk semakin beriman, semakin percaya sepenuhnya, semakin berserah diri total hanya kepada Allah saja. Sudah banyak latihan-latihan dan pelajaran-pelajaran dari Allah SWT yang berupa penderitaan, hinaan, cercaan, pujian, kegembiraan, kepuasan, kebahagiaan dijalaninya dengan ridha, ikhlas, dan murni, tanpa kata-kata dan komentar sedikit pun yang terdorong oleh hawanafsunya.
Tahun 1996 anaknya, Thomas Aquino Yusprabu Iswidihadi, harus menjalani dioperasi dan dirawat di RKZ Surabaya. Saat Ino, begitu panggilan manis anaknya, telah diperkenankan pulang, Ibu Julia Hiasinta Widajati Ningsih belum memegang uang yang cukup untuk membayar RKZ. Adiknya bertanya, "Uangmu sudah ada. Biayanya Rp. 3.000.000,00." Jawab Ibu Julia, "Belum, baru ada Rp 200.000,00." Adiknya terkejut dan sangat heran sekali, "Kok engkau tenang saja," tanyanya.
Ibu Julia dengan mantap menjawab, "Allah yang mengatur semuanya. Allah yang memberi hidup Ino. Allah yang memberi sakit Ino. Allah yang merawat dan mengoperasi Ino di RKZ Surabaya ini, Allah pula yang akan memberi biaya perawatan dan operasi Ino." Dengan sangat tenang mereka bertiga berjalan menuju ke tempat pembayaran. Tiba-tiba di tengah perjalanan itu Om Ibu Julia, Romo Cornelius Reksosubroto CM, datang menghampiri mereka. "Ino sudah boleh pulang," tanyanya, "Sudah, Romo," jawab Ibu Julia.
"Uangnya sudah ada untuk membayar?"
"Belum, Romo, baru ada Rp 200.000,00."
"Berapa harusnya membayarnya?"
"Rp 3.000.000,00, Romo."
"Ini pakailah dulu uang saya, nanti kalau kamu sudah ada kembalikan," kata Romo Rekso sambil menghitung uang dan memberikannya kepada Ibu Julia.
"Terima kasih, Romo, terima kasih, Romo," Ibu Julia sangat gembira sekali, Allah benar-benar menata dan mengatur semuanya dengan sangat baik dan sangat indah sekali menurut Kehendak-Nya apabila manusia benar-benar berserah diri total kepada Allah dan selalu taat kepada-Nya.
Saat ini ketika Ibu Julia telah enam tahun lamanya harus menjalani Kehendak Allah terbaring di tempat tidur karena stroke, Ibu Julia tetap gembira, selalu penuh tawa riang dan canda, tidak pernah mengeluh dan mengaduh sedikit pun, semakin penuh berserah diri total hanya kepada Allah SWT saja.
Semuanya ditata dan diatur Allah SWT dengan sangat sempurna dan sangat indahnya. Ibu Julia tetap bahagia, segala kebutuhannya jasmani rohani benar-benar dicukupi oleh Allah SWT.
Segala puji hanya bagi-Mu. ya, Allah.

Jumat, 19 September 2008

TAHUKAH ANDA

Bahwa energi Allah SWT ada di dalam setiap atom manusia dan di seluruh Alam Semesta beserta seluruh isinya ini, sehingga benarlah Sabda di dalam Al Quran "Allah lebih dekat kepadamu melebihi urat lehermu sendiri" yang mencerahkan seorang Sufi sampai dapat mengatakan "Allah selalu bersama aku, selalu mencintai aku, selalu memperhatikan aku, dan selalu melihat aku", yang juga mencerahkan Raden Ngabehi Soekinohartono sampai dapat mengatakan "Kita mboten saged punapa-punapa, mboten gadhah punapa-punapa, mboten kuwaos punapa-punapa (Kita tidak dapat apa-apa, tidak mempunyai apa-apa, tidak mempunyai kuasa apa-apa)".

Senin, 15 September 2008

SADARILAH

Tubuh kita adalah sebuah kendaraan yang super canggih, serba komputer yang super cepat dan super canggih dengan memory yang super tak terhingga, serba otomatis, hidup, tumbuh. Adakah pabrik yang dapat membuatnya? Siapakah yang telah membuat karya yang super masterpiece ini?