Sabtu, 20 September 2008

IBU YANG BERIMAN

Semenjak Tahun 1986 Ibu Julia Hiasinta Widajati Ningsih dibimbing dan diberi kekuatan Allah untuk semakin beriman, semakin percaya sepenuhnya, semakin berserah diri total hanya kepada Allah saja. Sudah banyak latihan-latihan dan pelajaran-pelajaran dari Allah SWT yang berupa penderitaan, hinaan, cercaan, pujian, kegembiraan, kepuasan, kebahagiaan dijalaninya dengan ridha, ikhlas, dan murni, tanpa kata-kata dan komentar sedikit pun yang terdorong oleh hawanafsunya.
Tahun 1996 anaknya, Thomas Aquino Yusprabu Iswidihadi, harus menjalani dioperasi dan dirawat di RKZ Surabaya. Saat Ino, begitu panggilan manis anaknya, telah diperkenankan pulang, Ibu Julia Hiasinta Widajati Ningsih belum memegang uang yang cukup untuk membayar RKZ. Adiknya bertanya, "Uangmu sudah ada. Biayanya Rp. 3.000.000,00." Jawab Ibu Julia, "Belum, baru ada Rp 200.000,00." Adiknya terkejut dan sangat heran sekali, "Kok engkau tenang saja," tanyanya.
Ibu Julia dengan mantap menjawab, "Allah yang mengatur semuanya. Allah yang memberi hidup Ino. Allah yang memberi sakit Ino. Allah yang merawat dan mengoperasi Ino di RKZ Surabaya ini, Allah pula yang akan memberi biaya perawatan dan operasi Ino." Dengan sangat tenang mereka bertiga berjalan menuju ke tempat pembayaran. Tiba-tiba di tengah perjalanan itu Om Ibu Julia, Romo Cornelius Reksosubroto CM, datang menghampiri mereka. "Ino sudah boleh pulang," tanyanya, "Sudah, Romo," jawab Ibu Julia.
"Uangnya sudah ada untuk membayar?"
"Belum, Romo, baru ada Rp 200.000,00."
"Berapa harusnya membayarnya?"
"Rp 3.000.000,00, Romo."
"Ini pakailah dulu uang saya, nanti kalau kamu sudah ada kembalikan," kata Romo Rekso sambil menghitung uang dan memberikannya kepada Ibu Julia.
"Terima kasih, Romo, terima kasih, Romo," Ibu Julia sangat gembira sekali, Allah benar-benar menata dan mengatur semuanya dengan sangat baik dan sangat indah sekali menurut Kehendak-Nya apabila manusia benar-benar berserah diri total kepada Allah dan selalu taat kepada-Nya.
Saat ini ketika Ibu Julia telah enam tahun lamanya harus menjalani Kehendak Allah terbaring di tempat tidur karena stroke, Ibu Julia tetap gembira, selalu penuh tawa riang dan canda, tidak pernah mengeluh dan mengaduh sedikit pun, semakin penuh berserah diri total hanya kepada Allah SWT saja.
Semuanya ditata dan diatur Allah SWT dengan sangat sempurna dan sangat indahnya. Ibu Julia tetap bahagia, segala kebutuhannya jasmani rohani benar-benar dicukupi oleh Allah SWT.
Segala puji hanya bagi-Mu. ya, Allah.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Subhannallah, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.